7 Jenis Musik Tradisional Nusantara

Musik tradisional di Indonesia sudah muncul sejak zaman nenek moyang dan terus digunakan secara turun temurun. Kehadiran musik tradisional tersebut tentu menjadi kekayaan budaya di Indonesia. Ketika diminta untuk sebutkan jenis musik tradisional, tentu ada banyak sekali musik tradisional yang bisa diketahui. Berikut ini adalah beberapa musik tradisional Nusantara yang perlu diketahui.

Gambang Kromong

Musik tradisional nusantara ini berasal dari Betawi, Jakarta. Gambang Kromong adalah perpaduan antara musik Tionghoa dengan musik Betawi berupa gamelan dengan alat musik China. Jenis musik ini berasal dari alat musik perkusi yakni gambang dan kromong. Biasanya musik ini memakai tangga nada Pentatonik China. Jenis lagu yang dibawakan umumnya bertema sindiran atau humor. Lagu tersebut dibawakan oleh dua orang yakni perempuan dan laki-laki yang dinyanyikan secara bergiliran.

Musik Keroncong

Keroncong sebenarnya adalah musik dari Portugis yang dibawa dan dimainkan di tanah air. Walaupun Portugis sudah meninggalkan Indonesia, masyarakat Indonesia tetap memainkan dengan menambah beberapa instrument seperti gendang, suling, ukulele, kontrabas, biola, dll. Gesang adalah tokoh terkenal Indonesia yang mengembangkan jenis musik ini.

Musik Gong Luang

Jenis musik ini cukup jarang diketahui oleh masyarakat luas ketika diminta sebutkan jenis musik tradisional nusantara. Musik Gong Luang merupakan musik khas Bali. Awalnya, musik ini adalah peninggalan kerajaan Majapahit di Jawa yang kemudian dibawa oleh beberapa orang kerajaan ke Bali. Istilah Gong Luang itu sendiri diambil dari kata “Luang” yang bermakna kurang karena alat gong yang digunakan memang tidak lengkap.

Gong Luang hanya menggunakan 25 – 30 instrumen seperti Jublag, Gangsa, Jegog, Trompong, Saron, Suling, Kendang, dan Riyong. Namun jumlah ini kadang berbeda sesuai dengan daerah masing – masing. Musik Gong Luang memiliki keunikan di mana menggunakan 7 tangga nada. Untuk larasnya terdiri dari laras pelog, slendro, dan keselendroan.

Di Bali, musik Gong Luang digunakan untuk pengiring upacara adat. Selain itu, musik ini juga dapat digunakan sebagai pengiring tarian seperti Tari Baris Poleng, Tari Topeng, Tari Rejang, Tari Pendet, dan lain sebagainya.

Musik Santi Swara & Larasmadya.

Musik tradisional ini sering dijumpai di pinggiran Jawa Tengah. Jenis musik ini sudah ada sejak abad 17 yaitu di masa pemerintahan Paku Buwana ke-V. Nama Santi Swara sendiri berasal dari Santi yang berarti doa sedangkan ‘Swara’ berarti bersahaja. Sementara itu Larasmadya berasal dari istilah laras yang berarti irama dan madya berarti bersahaja. Jika digabung, Santi Swara Laras Madya berarti lantunan doa dalam senandung berirama yang bersahaja.

Musik ini mengusung lagu-lagu bernuansa Islami. Alat musik yang digunakan untuk mengiringi adalah bogem, kendang, dan kemanak. Santi Swara membawakan lagu syair sholawat semantara Laras Madya menggunakan lagu tembang Macapat seperti Mijil, Pucung, Kinanti, Gambuh, dll.

Musik Karang Dodou

Musik tradisional ini berasal dari Tanah Siang, Kalimantan Timur. Biasanya masyarakat setempat menggunakan Karang Dodou untuk iringan ritual dan acara seperti Noka Pati (memandikan dan menamai bayi) dan prosesi pengobatan orang sakit. Jenis lagu yang dibawakan biasanya berisi doa-doa seperti mantra.

Musik Tabuh Salimpat

Musik tradisional ini berasal dari Jambi dan masih hadir hingga saat ini dan dimainkan oleh masyarakat setempat. Alat musik yang digunakan untuk pengiring adalah gambus lunik dan kerenceng serta alat musik petik seperti gitar dan alat musik rebana.

Musik Tradisional Kombi

Musik Kombi berasal dari Papua. Sebenarnya nama Kombi berasal dari istilah nai krombi yang artinya memainkannya. Alat musik utama untuk jenis musik ini dikenal dengan nama gauto atau mbref. Gauto terbuat dari bambu yang dililit rotan pada kedua ujungnya dan diberi penyangga agar bilah sayatan bisa berbunyi nyaring. Alat musik gauto dimainkan dengan cara dipukul. Musik ini sering digunakan untuk mengiringi berbagai acara di Papua seperti upacara adat, upacara keagamaan, dan acara hiburan lainnya.

Itulah beberapa contoh jenis musik untuk sebutkan jenis musik tradisional nusantara. Selain itu, tentu masih ada banyak lagi jenis musik tradisional lainnya dari berbagai daerah di tanah air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *